Liburan

Sunday, 4 October 2020 - 21:05 WIB

10 months yang lalu

logo

Wisata Ilmiah ke Museum Nyamuk di Ciamis

Nyamuk merupakan sebuah serangga yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan Manusia. Di ciamis terdapat sebuah museum ilmiah yang seru untuk dikunjungi, ia menjadi sebuah museum pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menjadikan nyamuk sebagai fokusnya. Ribuan nyamuk akan berkumpul dan siap untuk menyapa para pengunjung yang datang ke museum ini.

Tentang Museum Nyamuk di Ciamis

Walaupun tempatnya sangat strategis, museum ini seringkali tidak dimasukkan kedalam daftar kunjungan wisata yang ada di Jawa Barat. Padahal di kilometer 3 Jalan Pangandaran, ada sebuah replika besar nyamuk yang letaknya persis di depan gedung museum. Mungkin museum ini terlewat karena tak ada papan nama yang menginfomasikannya, atau para pelintas memang tak peduli dengan keberadaannya. Pengunjung museum nyamuk ini, kebanyakan para pelajar, mahasiswa dan para peneliti.

Bagi anda yang ingin menikmati sebuah wisata Ilmiah. Museum nyamuk mestinya punya daya tarik yang luar biasa karena memberikan edukasi sekaligus hibungan yang sangat menyenangkan. Disini kita akan dipandu untuk mengenal selukk-beluk serangga berkaki enam tersebut. Mulai dari siklus hidupnya hingga bagaimana seharusnya kita bersikap dalam upaya mencegah penyakit akibat gigitan si monster cilik ini.

Museum ini memang merupakan tempat yang sangat mengedukasi. Sehingga menjadi wajar jika seringkali museum nyamuk menjadi tujuan study tour berbagai sekolah dan universitas yang ada di Indonesia. Jika anda datang ke museum ini, seringkali anda akan melihat para pelajar yang melakukan study tour tersebut.

Museum ini lokasinya tepat berada di belakang gedung Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Loka Litbang P2B2) Ciamis, sebuah unik pelaksana teknis (UPT) Badan Litbang Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dalam ruangan berukuran 6 x 7 meter yang ada di museum ini, dipaang koleksi nyamuk penyebar penyakit dari seluruh dunia. Nyamuk-nyamuk ini dibagi dalam beberapa spesimen berdasarkan genusnya. Nyamuk yang ada di museum ini tidak hanya yang telah di awetkan lho, ada ribuan nyamuk yang masih hidup dan dipelihara oleh pengelola.

Fasilitas di Museum Nyamuk

Selain nyamuk, di museum ini dipamerkan juga alat-alat penelitian seperti alat bantu penghitungan spesimen (hand counter), termometer air, alat pembesar objek (loup), pengukur suhu ruangan (thermometer maxmix), senter, pengukur kelembapan, kertas label dan alat untuk navigasi. Disudut lainnya ada kelambu insektisida yang dapat memberikan perllindungan sederhana namun efektif terhadap gigitan nyamuk.

Banyak fasilitas pendukung lain yang mencerdaskan sekaligus menghibur para pengunjung museum nyamuk ini. Masih di gedung yang sama, kita bisa menyaksikan film dokumenter dalam teater nyamuk seluas 9 x 8 meter. Untuk siswa SD atau SMP, pihak museum akan memutarkan film animasi Demam Berdarah Dengue (DBD) di layar berukuran 3 x 4 meter. Sementara untuk pengunjung mahasiswa dan umum akan disugihi film yang menerangkan proses perkembangbiakan nyamuk, sejak dari telur. Ruang teater yang bagian luarnya berwarna hijau muda dan oranye itu diresmikan pada 9 Agustus 2009 dan bisa menampung 120 orang pengunjung.

Kalau masih penasaran, tidak ada salahnya kita meminta izin untuk melihat ruang multimedia yang adda di museum ini. Ruangan khusus itu dibuat untuk proses editing dan dubbing film-film yang diproduksi di tempat ini. Benar sekali, semua film yang ditayangkan di museum nyamuk diproduksi sendiri oleh para pengelola. Totalitas sekali ya, usaha para pengelola museum ini sampai membuat film sendiri segala.

Setelah menelusuri berbagai ruangan, belum lengkap rasanya kalau kita tidak menikmati kebun yang terhampar luas. Ini bukan kebun biasa, semua tanaman yang tumbuh di dalamnya berhubungan dengan museum yang dibangun dengan biaya 2 milyar rupiah ini. Ada daun dewa, selasih dan akar wangi yang bisa menolak berbagai serangga termasuk nyamuk. Ada juga berbagai tanaman lain yang memiliki khasiat untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, penyakit malaria misalnya.

Paket Wisata Ilmiah yang Ditawarkan Pengelola

Biar lebih bermakna dan sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita bisa memilih paket wisata yang ditawarkan di museum nyamuk ini. pertama ada paket singkat yang berlangsung selamasatu sampai tujuh hari. Paket ini mengajak pengunjung melihat koleksi larva dan nyamuk, tanaman obat malaria dan pengusir nyamuk (TOMPEN), ikan pemakan jentik-jentik, jenis parasit malaria hingga binatang percobaan.

Kedua, paket menenagah yang merupakan kegiatan lapangan dan pemmberian materi di kelas sambil melakukan praktik penangkapan dan pengawetan nyamuk, plus kegiatan outbond. Paket ketiga adalah paket panjang, biasanya diikuti oleh para peneliti, karena untuk mengamatii hewan penghisap darah ini memakan waktu berbulan-bulan.

Anda tidak memiliki kewajiban untuk mengikuti paket yang disediakan pengelola h diatas kok. Boleh juga hanya sekedar berkunjung dan melihat-lihat spesimen dan alat-alat yang dipamerkan di museum ini.

Museum nyamuk ini kini menjadi salah satu pendukung wisata ilmiah di ciamis. Ia menjadi salah satu tempat wisata keluarga yang sangat saya rekomendasikan, apalagi jika anda berlibur bersama anak anda yang masih kecil. Museum ini jelas dapat menambah pengetahuan anak kita tentang serangga penghisap darah tersebut.

Oleh sebab itu, meskipun sudah mengunjungi pantai-pantai di pangandaran, rugi rasanya jika kita tidak datang ke museum nyamuk ini. Apalagi untuk berkunjung ke dalam museum ini, anda tidak dikenakan biaya apapun lho. Sayangnya museum ini hanya buka di hari kerja, yaitu pada hari senin hingga jumat dari jam 9 pagi hingga 3 sore. Oleh sebab itu, bagi anda yang hari kerjanya perlu bekerja di kantor akan cukup sulit untuk bisa berkunjung ke sini.

Artikel ini telah dibaca 2569 kali

Baca Lainnya